Kamis, 28 Februari 2013

Wajah BPP Kismantoro

iiiii



WAJAH BPP BELIK LEGI


BPP Belik Legi sebagai tempat bagi Penyuluh di Kecamatan Kismantoro untuk berkarya dan berusaha merubah PSK petani

dengan cara menjadikan BPP Belik legi sebagai media percontohan dan juga tempat layanan konsultasi bagi petani


 



Sembilan orang penyuluh yang bekerja di BPP Belik Legi Kismantoro senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang terbaik

untuk petani agar tujuan akhir petani menjadi sejahtera tercapai

PERSIAPAN LABUHAN ATAU RENDENGAN

 
PERSIAPAN LABUHAN ATAU RENDENGAN

Menjelang musim penghujan, atau memasuki awal labuhan semua petani akan disibukkan oleh kegiatan usaha taninya, terutama menanam jagung, kedelai, kacang tanah, padi gogo, padi sawah, buah-buahan, tanaman perkebunan, tanaman kayu-kayuan, tanaman empon-empon, rumput untuk pakan juga perawatan lanjutan bagi tanaman keras.
            Karena kondisi di Wonogiri yang sebagian besar kegiatan usaha taninya tergantung oleh curah hujan, maka kegiatan awal tanampun waktunya hampir bersamaan. Perlu diketahui juga bahwa sarana dan prasarana kegiatan berusaha tani walaupun berlainan komoditas tapi kebutuhan sarananya hampir sama, seperti kebutuhan pupuk kandang, pupuk kimia, benih dan lain-lain. Agar kebutuhan sarana dan prasarana dapat tersedia maka sebaiknya petani perlu menyediakan kebutuhan tersebut jauh-jauh hari sebelumnya. Ada beberapa kelemahan bila petani tidak mempersiapkan sarana dan prasarana lebih awal, antara lain :
1.     Karena kebutuhan yang bersamaan terkadang kehabisan barang seperti pupuk, benih dan lain-lain.
2.     Harga menjadi lebih tinggi.
3.     Terpaksa petani mengganti dengan barang substitusi/pengganti yang sebenarnya belum tentu disukai.
4.     Kadang-kadang juga mendapatkan barang yang kualitasnya kurang baik bahkan palsu.
Akibat yang dirasakan oleh petani :
1.     Jadwal menanam terlambat.
2.     Mendapatkan barang yang tidak sesuai harapan dan berkulitas tidak bagus atau palsu.
3.     Modal meningkat.
4.     Menyesal.
Untuk mengantisipasi permasalahan dan akibat yang ditimbulkan tersebut, maka ada beberapa anjuran yang harus dilaksanakan oleh petani :
1.     Menyediaan pupuk organic ( satu sampai dengan 2 bulan sebelum musim tanam)
a.     Bagi yang mempunyai hewan peliharaan sbaiknya pupuk kandang diolah dengan starter yang menjadikan pupuk tersebut dapat menjadi kompos yang berkualitas bebas biji gulma, bebas telur hama dan bibit penyait. Cara pengolahan dapat berhubungan langsung kepada para penyuluh pertanian.
b.     Bagi yang tidak mempunyai hewan dapat membeli kepada petani yang mempunyai ternak atau dapat membeli pupuk organic yang berada dipasaran dan mendapat subsidi dari pemerintah. Selain itu dapat juga mengolah bahan-bahan hijauan atau daun-daun kering dan diolah menjadi pupuk organic.
c.      Bila pupuk telah tersedia segera dikemas dengan menggunakan karung dan ditumpuk, sebab bila tidak dikemas maka pupuk tersebut akan digunakan oleh kumbang untuk bertelur yang akan menghasilkan uret.
2. Menyediakan benih, membeli benih padi/polowijo sebaiknya jangan mendadak karena kemungkinan akan kehabisan stok, atau kadang-kadang terdapat barang yang palsu/mutu kurang baik, dan kadang-kadang pula harga jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal. Oleh sebab itu persiapan ini perlu dilakukan. Yang harus diperhatikan saat membeli benih :
a.     Benih berlabel dapat biru maupun ungu
b.     Kemasan tidak rusak/utuh
c.      Benih tertentu ada hologramnya
d.     Waktu kadaluwarsa yag tercantum di label masih panjang artinya sampai waktu musim tanam masa kadaluwarsa belum habis
e.     Untuk varietas, agar dipilih yang sesuai dengan kecocokan daerah setempat.
f.    Bila petani telah membeli agar disimpan pada tempat yang kering (tidak lembab) seperti di lemari ataupun tempat lainnya yang tidak bersinggungan langsung dengan tempat yang lembab.
      Menyediakan bibit, bibit yang perlu disediakan oleh petani dapat berupa empon-empon atau tanaman muda yang dikemas dalam polybag.
a.     Bibit empon-empon yang biasa ditanam oleh petani di Wonogiri saat ini antara lain jahe (gajah atau emprit), kunir, temu lawak, dan sebagainya. Cara memilih bibit empon-empon yang baik :
-        Rimpang tidak luka, tidak cacat dan sehat.
-        Rimpang dipilih dari induk yang benar-benar berumur tua.
-        Rimpang tidak keriput.
-        Rimpang dapat dibeli dari petani, pengepul atau kebun sendiri yang memang disiapkan untuk bibit.
Cara penyimpanan bibit empon-empon :
-        Bibit disimpan di para-para dengan widik atau tempat lainnya
-        Penempatan bibit jangan ditaruh pada tempat yang lembab sebab akan mempercepat tumbuh tunas sehingga kualitasnya rendah.
b.     Bibit tanaman. Bibit tanaman yang banyak dijual di pasaran umum antara lain bibit sayuran (cabe, terong, dll), bibit tanaman buah-buahan, bibit tanaman perkebunan (cengkeh, kakao), ataupun bibit kayu-kayuan. Untuk bibit sayuran usahakan jangan membeli bibit cabutan ataupun dapat membeli pada penjual bibit sayuran yang terpercaya yang dikemas dengan polybag ataupun tray. Cara memilih atau membeli bibit yang baik :
-        Bibit dibeli pada penjual yang memang terkenal menyediakan bibit yang berkualitas, jangan sembarang membeli bibit dipasar umum.
-        Usahakan bibit yang dibeli berlabel dan apabila tidak berlabel harus dari pembibitan yang terpercaya.
-        Pilihlah batang yang kuat dengan ketinggian 70 s/d 120 cm dengan percabangan yang kompak, polybag permanen (geseran lama)
Cara penyimpanan bibit yang telah dibeli sembari menunggu waktu tanam :
-        Bibit ditaruh di tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
-        Bibit jangan disimpan pada tempat yang teduh/ternaungi karena akan merubah bentuk tanaman menjadi miring (etiolasi).
-        Pengaturan bibit bila dalam jumlah banyak peletakannya jangan berdesak-desakan maksimal  5 bibit dalam satu jajar.
-        Bibit perlu disiram satu atau dua hari sekali tergantung pada kondisi cuaca.
-        Bila waktu tanam masih lama, maka bibit yang dipelihara lebih dari satu bulan sebaiknya diberi pupuk dengan cara disiram dengan air yang diberi PPC dengan konsentrasi rendah, ataupun dapat juga diberi pupuk NPK kurang lebih 10 butir pril setiap polybagnya. Catatan : jangan memberi pupuk urea pada polybag secara langsung
-        Bila bibit terserang hama atau penyakit bisa dikendalikan dengan pestisida
3.     Menyediakan pupuk.
Dalam kondisi saat ini kebutuhan pupuk oleh petani masih sangat rendah, bahkan hampir tidak ada penyerapan pupuk sehingga pupuk sangat mudah didapat di pasaran dengan jenis yang masih lengkap dan harga yang normal. Tetapi bila memasuki awal labuhan atau awal musim tanam, karena kebutuhan bersamaan maka kadang-kadang harga pupuk menjadi tinggi, langka dan banyak pupuk yang kuaitasnya kurang baik. Oleh sedb itu dianjurkan kepada seluruh petani, Mumpung pupuk masih dapat diperoleh dengan mudah dan harga normal, tidak ada salahnya dibeli mulai sekarang.
Apabila petani telah membeli pupuk agar pupuk tersebut tidak rusak/menggumpal maka harus diperhatikan beberapa hal di bawah ini :
a.     Belilah pupuk ditempat penjual resmi seperti di kelompok tani, gapoktan dan sebgainya.
b.     Belilah pupuk yang lengkap sesuai dengan kebutuhan tanaman seperti SP-36, urea, ZA, KCL, atau NPK.
c.      Khusus untuk KCL dianjurkan untuk membeli pupuk KCL yang berkualitas yang kandungan K = 60% (biasanya harga memang lebih tinggi), jangan sembarangan membeli KCL yang harga murah karena kualitasnya tidak baik.
d.     Bila membeli pupuk pilihlah pupuk yang tidak mengeras, kemasan tidak rusak, dan kemasan tidak basah.
Cara menyimpan pupuk :
a.     Pupuk jangan ditaruh langsung di lantai tanah atau ubin. Untuk penempatan seaiknya diletakkan di atas pallet yang terbuat dari papan dengan tinggi kaki 10 s/d 20 cm dari lantai…….gb. terlampir.
b.     Pupuk disimpan berdasarkan jenisnya, jangan sampai mencampur/menumpuk pupuk yang berlainan jenis jadi satu.
c.      Bila ada pupuk yang terpaksa dibuka dan masih sisa, maka tutuplah rapat-rapat dengan tali agar tidak terjadi penguapan/rusak.
d.     Simpanlah pupuk ditempat tersendiri (sebaiknya mempunyai gudang pupuk) karena pupuk bersifat korosif, mengeluarkan bau yang  tidak baik terhadap pernafasan, mudah rusak bila terkontaminasi dengan udara.
4.     Pengolahan tanah.
Pengolahan tanah untuk tanaman semusim perlu dilakukan untuk persiapan tanam dengan tujuan untuk :
a.     Membalik tanah.
b.     Menggemburkan tanah.
c.      Mematikan bibit penyakit yang ada di bawah tanah.
Selain dari pengolahan tanah seperti tersebut di atas yang perlu dibuat oleh petani adalah membuat saluran dainase untuk mengatasi kelebihan air bila terjadi hujan lebat. Pembuatan saluran drainase sebaiknya memotong kontur tanah dengan dalam 10 s/d 20 cm.
Pengolahan tanah untuk tanaman keras tidak dilakukan sperti tanaman semusim, tetapi cukup dengan membuat lubang tanam (cemplongan) dengan jarak yang disesuaikan dengan jenis tanamannya. Ukuran lubang tanam yang ideal adalah 50 * 50 * 50 cm.
Kesimpulan :
Dengan mengadakan persiapan menghadapi musim tanam, diharapan petani dapat menanam tepat waktu dan dapat menggunakan pupuk dasar dengan baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman awal yang diusahakannya.

Sabtu, 12 Februari 2011

Waduk Gadjah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur, terletak di Kabupaten Wonogori Jawa Tengah. Waduk seluas 8800 ha ini digunakan sebagai sarana irigasi pertanian dengan kemampuan mengairi 23.600 ha, PLTA sebesar 12,4 MegaWatt dan sebagai objek wisata yang dilengkapi kapal boat, tempat memancing, Gantole dll.

Waduk Gajah Mungkur (http://id.wikipedia.org)


Peta Waduk Gajah Mungkur (GoogleMaps)